WELCOME TO MY BLOG.... LET'S SEE AND ENJOY IT

Mengisahkan cerita tentang arti pentingnya sahabat. Sahabat adalah ladang hati yang memberikan tempat untuk mencurahkan isi hati. tidak ada yang lebih menyakitkan, sesakit kita kehilangan sahabat sejati. karena sahabat sejati adalah seseorang yang tulus sepenuh hati menemani serta mewarnai perjalanan hidup kita.

Kamis, 19 Januari 2012

Bertemu di ujung jalan.....

Namaku adalah Naila….. aku di besarkan dan dilahirkan di kota Jakarta….,,, disanalah sejak kecil aku tinggal bersama sahabat, kerabat beserta keluargaku. Semua orang yang aku cintai ada di kota metropolitan ini. Aku adalah anak ke dua dari tiga bersaudara…… kakakku adalah seorang cowok…. Dia amat bawel banget and terlalu banyak mengatur kehidupanku….. Namanya Doni. Aku terbiasa memanggilnya dengan sebutan si  bawel. Si bawel orangnya amat protektif terhadap adek-adeknya…. Terutama aku sebagai seorang cewek satu-satunya di keluargaku….begini nggak  boleh, begitu nggak boleh…. Ya,,,,,itulah kakakku si bawel…… tetapi meskipun begitu, dia adalah sosok kakak yang baik buatku karena dia selalu jagain adek-adeknya dengan baik dan dia adalah kebanggaan di keluarga kami. Selain aku tinggal dengan si bawel, aku juga tinggal dengan adikku Geo….. di rumah aku biasa memanggilnya dengan sebutan si usil…. Karena adikku yang satu ini amat sangat usil and jail di rumah. Dia selalu membuatku jengkel dengan ulahnya…… itulah sedikit gambaran mengenai keluargaku. Aku adalah anak cewek satu-satunya di keluargaku….  Terkadang aku kesepian…. Karena aku nggak punya adik cewek. Tetapi… semua itu nggak berarti, karena disini aku mempunyai banyak sahabat yang menghapus rasa sepiku. Ocy, Kiki, Gresha dan Tika…. Mereka adalah sahabat terbaikku. Aku kenal mereka, di saat waktu, tempat dan momen yang berbeda. Awal aku masuk SD Chandra Bhakti Nusantara di daerah Kebayoran Lama Jakarta, pada saat aku kelas 1 SD…. Aku adalah salah satu siswa yang amat pendiem. Di kelas teman-temanku selalu mengejekku dengan sebutan “Burung Hantu”…. Aku sangat kesal ketika mereka mengejekku dengan sebutan itu. Tapi aku hanya bisa diam, saat teman-temanku mengejekku dengan sebutan “Burung Hantu”. Ugh….. rasanya sebel gue dibilang kayak gitu.... sejak saat itu, aku terbiasa dijuluki dengan sebutan si Burung Hantu oleh eman-teman sekelasku. Hana, merupakan seorang anak kaya raya di sekolahku. dia anaknya cantik, dan perfect banget. apa yang dia minta selalu diturutin oleh orang tuanya. gag kayak aku.... boro-boro minta, mau bilang aja nich ma ortuku.... paling-paling mulut gue kena sumpel duluan ma kain.... >_<  ,,,, Suatu ketika, Hana mengajakku bermain. Pada saat itu, aku kira Hana adalah seorang adalah seorang anak yang baik. yang tulus mau berteman denganku. pada saat kami bermain ayunan, Hana menyuruhku antuk menaiki ayunan itu, dan pada saat aku menaiki ayunan itu, tiba-tiba Hana mendorong ayunan itu dengan amat sangat keras hingga aku terjatuh dan menangis. Bukan hanya itu saja, aku mulai mengetahui sifat Hana pada saat dia dan teman-teman satu gengnya menyuruhku untuk membawakan tasnya. Mengikuti semua apa yang diperintahkannya. Tuhan,,,, tragis banget ya nasibku. Aku  sama sekali tidak berani melawan, karena dia satu-satunya teman yang aku punya. aku gag pengen kehilangan temanku. Suatu ketika, pada saat bel istirahan. Aku, Hana dan teman satu gengnya bermain gobak sodor,,,,, pada saat aku berlari, Hana sengaja mau menjatuhkan aku... di  saat aku hampir terjatuh, ada seorang cowok tampan yang menolongku, namanya Denis. Hana pun marah padaku..... karena cowok tampan itu lebih memilih untuk membelaku. Waktu pun berlalu, hingga tiba saatnya untukku memasuki bangku SMA. Pada saat awal aku duduk di bangku SMA, aku juga merasa kesepian.... kemudia pada saat aku merasa kesepian dan merenung di bawah pohon di taman sekolahku, aku melihat segerombolan cowok bermain basket di lapangan. aku pun kembali melamun.... pada saat aku melamun, gak sengaja kepalaku terkena bola basket.... iiiihhhhh,,,,, rasanya sebel banget... pada saat itu, datang seorang cowok,,,, cakep, keren, cool.... untuk mengmbil bola basket. Dia pun menghampiriku dan meminta maaf kepadaku..... Aku pun hanya terpaku melihatnya. "loe nggak apa-apa kan?" ucap cowok keren itu kepadaku.... "enggg,,,, enggak kok, gue nggak kenapa-napa" (sambil melihatnya dan tersipu malu),,,, "eh,,, tapi dahimu berdarah... aku obatin ya? boleh kan?" tandas cowok itu.."mmm.... a,,a,,apa? dahiku berdarah?" (sambil senyum-senyum sendiri, dalam hati aq berkata "wah,,,, gag pernah aku lihat cowok sebaik ini padaku".),,, "mau nggak gue obatin, kalo nggak gue pergi nich..."...."i....iya deh" (hihihi.... senengnya diriku). "oya,,, btw... loe cp sih.... dari tadi loe duduk menyendiri di sini. apa loe gag takut kesambet?" ujar cowok ntuh... "Gue Naila. loe sendiri siapa?",,,"Oya, perkenalin nama gue Denis",,,,"Apa???? loe Denis?? Apa dulu loe dulu waktu SD sekolah di Chandra Bhakti Nusantara?",,, "Loch,,,, loe kok tau sih gue pernah sekolah di sana?".... "Gue Naila, Den.... cewek yang dulu pernah loe tolong",,, "Owh,,, loe si burung hantu itu ya?" "iya,,,, ntuh julukan gue waktu SD."   sejak saat itu aku dan dia dekat sebagai sahabat. Dia amat sanagat mengerti aku, pada saat aku sedih, dia selalu menghiburku.... pada saat aku kesulitan dia selalu membantuku..  aku sangat senang mempunyai sahabat seperti Denis meskipun dia rada-rada setres sedikit hehehehe. Tiga tahun kemudian, pada saat kami lulus UN... aku dengar bahwa Denis akan dikirim ke Amerika oleh orang tuanya untuk disekolahkan disana. Aku pun amat sangat sedih, berpisah dari sahabatku DEnis satu-satunya. Pada saat dia akan terbang, aku menyusulnya di bandara.... aku berlari mengejarnya.... dan saat bertemu dengannya, aku menangis,,,, karena aku nggak pengen kehilangan Denis. "Nay, kenapa loe nangis?" "Iiiih,,,, Den,,, kapan sih loe ngerti? Gue ini nggak sanggup kehilangan sahabat seperti loe?" "Hehehehehe.... teneng aja Nay.... dimana pun gue berada... gue akan selalu inget loe kok. jadi loe jangan nagis lagi ya?"....  Tiba saatnya pesawat akan berangkat. sebelum Denis pergi.... dia menatapku dan memberikan sebuah kalung yang indah kepadaku "Nay, gue pergi dulu ya.... ini kalung buat loe. Gue harap loe tetep memakai kalung ini ya? jangan pernah loe lepas. Ini kenang-kenangan gue." pada saat Denis pergi meninggalkanku... aku benar-benar amat sangat kehilangan.........  5tahun berlalu sejak kepergian Denis. Suatu ketuka aku jalan-jalan ke mall bersama teman-temanku... kali ini aku bukanlah si Burung hantu lagi... aku adalah seorang cewek yang bawel  and cerewet. Pada saat aku hangout bersama teman-temanku.... dan pada saat aku melihat buku,,, nggak sengaja buku itu terjatuh pada saat aku menabrak seseorang.... ketika aku ingin mengambil buku itu, tiba-tiba pria itu membantuku dan tersenyum kepadaku. "Ini bukumu, lain kali hati-hati ya kalau jalan?" kata pria berjas dan berdasi itu. Kemudian, dia melihatku setengah tercengang.... "Ada apa tuan? anda melihat saya seperti itu" tandasku... dia melihatku dan menitikfokuskan pandangannya kepada kalung yang aku pakai. "Kamu Naila ya?" ujar pria itu... "Iya, anda kok tau nama saya?,,, "Aku tau dari kalung yang kau pakai, karena kalungmu berbicara kepadaku",,,"Ddddd..... Denis ya?",,, "Iya, aku Denis"... pada waktu itu aku terharu banget.... akhirnya setelah sekian lama aku berpisah dengan denis, sekarang aku bisa bertemu lagi dengannya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar